Selamat Berkunjung Di Blog Forkompas

Kamis, 21 Februari 2013

PERCAYA DIRI ( Konteks Jati Diri Bangsa Papua)

Kebanyakan orang menganggap bahwa criteria orang yang percaya diri diri adalah sesosok figure yang sempurna dan mampu melakukan apa saja, atau memiliki penampilan fisik tanpa cacat sedikitpun. Mungkin di antara mereka ada beberapa orang yang minder karena memiliki kekurangan misalnya hidung pesek, tubuh mungil, rambut krebo,dll.

Sabtu, 16 Februari 2013

SELAMAT JALAN PEJUANG .... ALM. MARTHEN AGAPA

PEJUANG KEADILAN DAN PERDAMAIAN DI TANAH PAPUA

Foto: Alm. Marthen Agapa Aktivis Papua
Marthen Agapa adalah seorang aktivis kemanusiaan dan Pro Kemerdekaan dari Parlemen Jalanan (Parjal) di Kota Jayapura. Dia pemberani dan pejuang keadilan di negeri Papua. Dia juga sebagai pembela perdamaian di negeri Papua. Seorang anak adat Papua selalu memperlihatkan wajah kepapuaan melalui berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang beliau jalani adalah Sol Sepatu, pedagang piara ternak ayam dan selain sebagai aktivis Papua.
Berbagai ungkapan adalah sejauh saya ada, maka saya akan berbicara akan keadilan. Ungkapan lainnya yakni sikap revolusioner adalah hidupku. Ungkapan selanjutnya adalah hidup akan berarti jika saya bersama anak-anak di Jalanan. Ungkapan-ungkapan tersebut menjadi inspirasi dan motivasi beliau dalam perjuangan meraih impian yakni keadilan sepenuhnya di negeri ini.
Saya berpikir bahwa dia adalah seorang tokoh yang bermain di belakang layar demi keadilan di negeri ini. Dia patut dihargai sebagai orang komunikatif dan bisa kompromi dalam perjuangan. Beliau selalu memimpin rapat, pertemuan-pertemuan, memimpin demonstrasi dan mengadakan diskusi-diskusi terbuka maupun tertutup. Walau demikian dalam perjalanannya beliau mengalami tantangan dengan dirinya karena ditabrak oleh orang yang tak dikenal sehingga tulang tangan patah. Namun beberapa bulan kemudian lekas sembuh dan aktivitasnya kembali seperti biasanya. Dengan sebuah kata JIKA BADAI MENIMPA, MAKA SAYA MENGHALAU BADAI DENGAN SIKAP KESABARAN DEMI MERAIH MUTIARA KASIH DEMI TANAH INI.
Kata ini sebagai sebuah tombak untuk hadir dalam diskusi dan seminar-seminar di kalangan organ Parjal sendiri maupun organ lainnya termasuk faksi-faksi lainnya di Papua. Wajah beliau hadir dan ada dalam sebuah pertemuan terakhir dalam seminari tentang “PEMEKARAN DI TANAH PAPUA” (Sebuah Tantangan Bagi Eksistensi Orang Asli Papua di Era Otsus) di Aula St Yoseph STFT-Fajar Timur Abepura, 6 Juni 2012. Dalam seminar dan diskusi selanjutnya beliau tidak memperlihatkan wajahnya di Kampus Yerusalem Baru. Demikian pun diskusi dan seminar-seminar di tempat lain belum terlihat wajah ketampangan beliau. Ketampangan dalam diskusi dan seminari selalu saja muncul pertanyaan-pertanyaan kritis dan kritik dengan analisa sosial yang wajar. Namun beberapa bulan terakhir ini belum terlihat karena gangguan kesehatan beliau.
Pada akhirnya, 8 Februari 2013 pukul 11.00 siang terdengarlah bahwa beliau telah dipanggil Allah. Beliau menghembuskan nafas dan kehidupan terakhir yang menjadi awal hidup bersama-Nya di rumah sakit Abepura Papua. Allah telah mengambilnya dan Dialah yang menentukan akhir hidup manusia. Dialah yang telah mengutus beliau dan kini beliau kembali di hadapan-Mu. Terimalah beliau ini di sisi kanan-Mu ya Allah Bapa di Surga. Kami mengantarnya dengan sedih dan harapan bahwa Engkau menerima jiwanya dari beliau ini. Amin!!

SELAMAT JALAN DI KEPADA ALLAH DI SURGA
(tagForkompas)

Jumat, 15 Februari 2013

Akibat Kenikmatan sesaat..aku & negriku Papua diambang kehancuran..

-SEGALA CITA - CITA YANG TELAH KU RAIH. KINI SIRNA BAGAI ANGIN, HANCUR DITERPA BADAI Sex bebas, tsunasmi MIRAS dan bom NARKOBA..
MIRAS OPLOSAN
-
-Miras yang sering digunakan untuk oplosan biasanya vodka, anggur merah beralkohol, anggur putih beralkohol dan bir.
-
Berikut di bawah adalah beberapa jenis oplosan miras yang sering dibuat, beserta risiko kesehatan yang dapat ditimbulkannya.
-
1. Miras dengan minuman berenergi
-
Untuk mendapatkan cita rasa yang lebih baik, penggemar minuman keras sering menambahkan suplemen minuman berenergi ke dalam minuman kerasnya. Oplosan ini sering disebut ‘Sunrise’, dan bisa mengurangi rasa pahit pada bir atau rasa menyengat pada alkohol yang kadarnya lebih tinggi.
-
Meski kadar alkohol menjadi sedikit berkurang, efek samping yang lain akan muncul dalam pengoplosan ini. Ahli farmasi dari ITB, Joseph I Sigit mengatakan bahwa alkohol dan minuman berenergi memiliki efek berlawanan. Alkohol bersifat menenangkan, sedangkan suplemen berfungsi sebagai stimulan. Jika digabungkan, efeknya bisa memicu gagal jantung.
-
2. Miras dengan susu
-
Salah satu jenis oplosan yang sering menyebabkan korban tewas adalah “susu macan” (Lapen), yakni campuran minuman keras yang dicampur dengan susu. Jenis minuman ini banyak dijual di warung-warung miras tradisional.
-
Adi (nama samaran), salah satu pelanggan warung semacam itu mengakui adanya risiko keracunan pada susu macan.  Pria asal Yogyakarta ini mengatakan bahwa penyebab keracunan umumnya bukan susu melainkan jenis alkoholnya. Karena umumnya menggunakan alkohol tradisional, maka jenis dan kadar alkoholnyanya tidak diketahui oleh pelanggan.
-
3. Miras dengan cola atau minuman bersoda
-
Salah satu oplosan yang cukup populer adalah “Mansion Cola”, terdiri dari Vodka dicampur dengan minuman bersoda. Tujuannya semata-mata untuk memberikan cita rasa atau menutupi rasa tidak enak pada minuman keras.
-
Salah satu penggemar Mansion Cola adalah Yono (nama samaran), mahasiswa semester akhir di Yogyakarta. Menurutnya, selama jenis alkohol yang digunakan aman dan tidak berlebihan maka tidak ada risiko untuk mencampurnya dengan cola ataupun sari buah. Yono mengaku mengoplos sendiri Mansion Cola sejak tahun 2003, dan belum pernah menyebabkan jatuhnya korban keracunan.
-
4. Miras dengan spiritus atau jenis miras yang lain
-
Di warung-warung tradisional, pengoplosan beberapa jenis minuman keras dilakukan untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Minuman yang harganya mahal seperti Vodka dicampur dengan spiritus, atau jenis minuman keras lain yang tidak jelas kandungan alkoholnya.
-
Jenis alkohol yang aman dikonsumsi hingga jumlah tertentu adalah alkohol dengan 2 atom karbon atau etanol. Sementara alkohol dengan satu atom karbon atau metanol umumnya digunakan sebagai pelarut atau bahan bakar, sehingga sangat beracun jika diminum. Dikutip dari Medschl.cam.ac.uk, 10 ml methanol cukup untuk menyebabkan kebutaan dan 30 ml akan menyebabkan dampak lebih fatal termasuk kematian.
-
5. Miras dengan obat-obatan
-
Dengan anggapan akan mendongkrak efek alkohol, beberapa orang menambahkan obat-obatan ke dalam minuman keras. Mulai dari obat tetas mata, obat sakit kepala, hingga obat nyamuk. Karena akan meningkatkan aktivitas metabolisme, efek samping paling nyata dari jenis oplosan ini adalah kerusakan hati dan ginjal. Efek lainnya sangat beragam, tergantung jenis obatnya.
-
Menurut Yono, seseorang yang mencampur obat-obatan ke dalam minuman keras biasanya bukan penikmat alkohol. Tujuannya jelas hanya untuk mendapatkan efek memabukkan, atau sekedar unjuk keberanian alias adu nyali. (Bennygobay)
-

Kamis, 14 Februari 2013

about sums it up!

Apa Anda benar-benar untuk pertempuran ? Apakah Anda mencoba untuk menyimpan paradigma gagal yang hanya melanggengkan penderitaan sia-sia, perjuangan, dan kelangkaan? Apakah Anda tidak begitu putus asa tergantung pada sistem ini bahwa Anda akan berjuang untuk menyimpannya sampai akhir yang pahit? Betapa sangat sedikit dari kita benar-benar dapat "unplugged" dari sistem ini jika kita tergantung pada hal itu untuk bertahan hidup? Berapa banyak kematian dan horror, yang dibangun ke dalam sistem ini dengan kebutuhan, harus kau sengaja mengabaikan untuk terus mendukungnya?

Pada titik manakah kita menerima kita telah kehabisan waktu untuk membuka dan mengubah pikiran masyarakat yang cukup untuk mencegah runtuhnya tak terelakkan dari paradigma ini? Bagaimana jika semua yang bisa kita lakukan, pada saat itu, adalah mempersiapkan? Akankah Anda mengizinkan lampiran Anda ke paradigma ini mencegah Anda mempersiapkan keruntuhannya?

Bagaimana jika di sisi lain ini akan segera runtuh paradigma lain berbasis pada memperbaiki kondisi manusia dan salah satu yang tidak memungkinkan kemajuan kami harus ditahan oleh profitabilitas mereka? Bagaimana jika satu-satunya cara kami di titik ini untuk pindah ke cara baru ini, adalah dari abu dari cara lama kita?

Mungkin, bukan berjuang untuk menyelamatkan kapal yang tenggelam, Anda harus menemukan rakit hidup Anda dan mereka?

oleh : bennygobay

-ConsonantMind

MENCARI KEADILAN

Keadilan Sosial dan Keadilan Ekonomi

OPINI | 15 Februari  2013 | 07:22 Dibaca: 2687   Komentar: 0   Nihil

Senin, 04 Februari 2013

BETAPA MALANG NASIB PEREMPUAN PAPUA KINI DAN MASA MENDATANG( sebuah opini tenatng perempuan Papua )


koya, amole, amanoae, amolongo, yefmum, tabea, nayaklak, wiwao, poi, kosa, koha, .........kam lanjutkan sudah...

Bogor – Seorang mahasiswa asal Papua yang sedang kuliah di Bogor terkena peluru yang ditembakkan oleh orang tak dikenal (OTK). Tembakkan tersebut dilepaskan tanpa sebab oleh pelaku dan pelurunya mengenai bagian atas telinga korban. Korban bernama Marinus Gobai adalah mahasiswa aktif yang sedang kuliah di Universitas Djuanda Bogor. Marius Gobai Mahasiswa Papua di Bogor nyaris ditembak Orang Tak Dikenal (OTK )

Foto: Korban bernama
Mahasiswa Marinus Gobay.
Seorang mahasiswa asal Papua yang sedang kuliah di Bogor terkena peluru yang ditembakkan oleh orang tak dikenal (OTK). Tembakkan tersebut dilepaskan tanpa sebab oleh pelaku dan pelurunya mengenai bagian atas telinga korban. Korban bernama Marinus Gobai adalah mahasiswa aktif yang sedang kuliah di Universitas Djuanda Bogor.